PASAR DIGITAL

SAJIKAN BERITA TERUPDATE MASA KINI

PASAR DIGITAL

SAJIKAN BERITA TERUPDATE MASA KINI

Dengan adanya aplikasi faktur pajak online, kini membuat faktur pajak menjadi lebih mudah dan cepat. Di dalam istilah perpajakan sendiri dikenal istilah Faktur Pajak. Sebagai PKP (Pengusaha Kena Pajak) tahu istilah ini tentunya menjadi sebuah keharusan. Agar tidak terjadi kerancuan dalam hal pembayaran pajak.

Untuk memudahkan urusan perpajakan, pemerintah melalui DJP (Direktorat Jenderal Pajak) secara resmi telah mengeluarkan berbagai aplikasi pajak. Salah satu diantaranya adalah aplikasi faktur pajak ini.

Namun sebelum mengulas lebih jauh lagi tentang aplikasi faktur pajak online, sudah tahukah Anda apa itu faktur pajak? Mulai dari pengertian, fungsi, hingga jenisnya? Informasi-informasi penting yang harus diketahui oleh para WP. Khususnya PKP.

Apa Itu Faktur Pajak

Sebagian besar masyarakat di Indonesia masih kebingungan ketika harus membedakan faktur pajak dengan faktur penjualan atau invoice. Padahal sebenarnya kedua istilah tersebut bisa dikatakan memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Faktur Pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh PKP (Pengusaha Kena Pajak) yang melakukan penyerahan BPK (Barang Kena Pajak) atau penyerahan JKP (Jasa Kena Pajak).

Dengan kata lain, pada saat PKP menjual barang maupun jasa kena pajak, maka PKP ini memiliki kewajiban untuk menerbitkan Faktur. Faktur ini menjadi tanda bukti jika pihaknya sudah memungut pajak dari pihak lain yang sudah membeli barang atau jasa kenap pajak tadi.

Penting untuk Anda catat, BKP maupun JKP yang diperjual belikan sudah dikenai biaya pajak selain harga pokoknya. Di sisi lain, faktur ini harus dibuat untuk setiap penyerahan BPK/JKP, ekspor BPK tidak berwujud, dan ekspor JKP.

Dari ulasan di atas bisa disimpulkan jika faktur pajak adalah suatu bentuk resmi dari pemotongan pajak yang dikenakan kepada para PKP (Pengusaha Kena Pajak) yang melakukan pengiriman BKP (Barang Kena Pajak) atau menyediakan JKP (Jasa Kenapa Pajak).

Fungsi Faktur Pajak

Dengan adanya Faktur Pajak, PKP memiliki bukti jika pihaknya sudah taat hukum. Sebab PKP sudah melakukan penyetoran, pemungutan, sampai dengan pelaporan SPT masa PPN. Tentunya sesuai dengan peraturan perundang-undangan PPN yang berlaku saat ini.

Di samping itu, faktur pajak bisa dijadikan sebagai alat bantu pada saat auditor sedang melakukan pemeriksaan pajak yang dibayarkan oleh PKP. Ingat, Faktur Pajak ini menjadi bagian dari tanggungan para PKP yang harus dilakukan. Hal ini supaya terjadi transparansi perpajakan.

Jenis Faktur Pajak

Berdasarkan fungsinya, faktur pajak bisa dibedakan menjadi beberapa jenis. Diantaranya seperti:

  1. Faktur Pajak Standar

Jenis yang pertama adalah faktur pajak standar. Faktur pajak yang satu ini umumnya berbentuk kuarto. Kemudian dibuat sesuai dengan aturan yang berlaku serta memenuhi syarat formal maupun material. Nah, untuk faktur pajak standar ini paling sedikit harus memuat:

  • Nama, Alamat, NPWP yang melakukan penyerahan/pembelian BPK maupun JKP.
  • Informasi jenis barang maupun jasa. Kemudian jumlah harga jual atau penggantian. Lalu potongan harga.
  • PPN dan juga PPnBM yang dipungut.
  • Nama, Jabatan, Tanta Tangan yang berwenang.
  1. Faktur Pajak Gabungan

Faktur pajak gabungan merupakan jenis faktur pajak standar yang memungkinkan para PKP membuat faktur pajak yang berisi seluruh penyerahan ke satu penerima Barang atau Jasa Kena Pajak dalam satu bulan.

  1. Faktur Pajak Sederhana

Faktur pajak sederhana ini umumnya berbentuk sobekan kecil menyerupai faktur bukti penjualan, karcis, atau bon kontan. Yang perlu diperhatikan adalah jenis faktur ini tidak bisa digunakan oleh pembeli BPK maupun penerima JKP sebagai dasar pengreditan Pajak Masukan.

Sementara itu, dalam pembuatan faktur pajak sederhana ini paling sedikit harus memuat:

  • Nama, Alamat, NPWP yang menyerahkan BKP/JKP
  • Jenis dan kuantum BKP/JKP yang diserahkan
  • Tanggal pembuatan faktur
  1. Faktur Pajak Cacat

Faktur pajak cacat secara sederhana bisa diartikan sebagai faktur yang tidak diisi secara lengkap dan juga jelas. Misalnya terjadi kesalahan pengisian kode dan nomor seri. Faktur pajak cacat seperti ini bisa dibetulkan dengan faktur pajak pengganti.

  1. Faktur Pajak Pengganti

Sesuai dengan namanya, faktur ini sebagai pengganti jika terjadi ketidak sesuaian laporan dengan kenyataan. Misalnya saja seperti jumlah barang lebih banyak sehingga membuat nominal pajak yang harus dibayarkan juga harus berubah.

  1. Faktur Pajak Batal

Ternyata faktur pajak yang sudah diterbitkan pun bisa saja dibatalkan. Keadaan ini bisa terjadi karena beberapa sebab. Misalnya konsumen membatalkan transaksi dengan PKP, kesalahan NPWP yang diisikan, dan lain sebagainya.

Buat Faktur Pajak Online melalui Aplikasi e-Faktur

Untuk para pengusaha yang sudah masuk dalam kategori Pengusaha Kena Pajak (PKP), diharuskan untuk membuat faktur pajak setiap tahunnya. Faktur pajak ini sebagai bukti jika sebagai PKP sudah memungut pajak dari setiap transaksi baik BKP maupun JKP.

Dalam hal ini, Faktur pajak yang sudah terbit selama masa pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), selanjutnya akan dilaporkan ke dalam bentuk Laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Sebagai bukti jika PKP sudah membayar pajak usahanya sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku.

Untuk saat ini, faktur pajak sudah bisa didapatkan secara online memalui aplikasi e-Faktur Pajak. Pertanyaannya, sudah tahukah Anda bagaimana cara penggunaan aplikasi faktur pajak online yang satu ini?

Cara Buat Faktur Pajak Online Melalui e-Faktur DJP

Untuk membuat faktur pajak secara online, langkah pertama yang harus dilakukan adalah download aplikasi e-Faktur terlebih dahulu. Setelah itu ekstrak aplikasi tersebut dengan WinRAR atau aplikasi sejenisnya. Kemudian lakukan langkah-langkah berikut ini:

  1. Buka website e-Nofa (Elektronik Nomor Faktur) di website resmi DJP. Tujuannya adalah untuk melakukan konfigurasi file Sertifikat Digital. Kemudian lanjutkan dengan meminta NSFP (Nomor Seri Faktur Pajak) sesuai jumlah faktur pajak yang dibuat dalam jangka waktu tiga bulan terakhir.
  2. Input data NSFP tadi pada menu untuk membuat Pajak keluaran (Referensi >>Referensi Nomor>>Faktur>>Rekam Range Faktur Pajak).
  3. Masuk ke menu (Faktur >>Pajak Keluaran). Sementara itu untuk buat Pajak Masukan, masuk ke menu (Faktur>>Pajak Masukan).
  4. Ketika ingin input data pajak keluaran/pajak masukan satu per satu dan untuk membuat faktur pajak elektronik, masuk ke menu (Administrasi Faktur>>Rekam Faktur).
  5. Ketika ingin input pajak keluaran/pajak masukan banyak sekaligus dan untuk membuat banyak faktur pajak elektronik sekaligus, maka masuk ke menu (Impor>>Open File>>Proses Impor).
  6. Setelah faktur pajak elektronik berhasil dibuat, maka klik (Preview). Sementara itu jika ada yang perlu diperbaiki, maka klik (Ubah).
  7. Cek kolom status approval. Ketika ada status (Reject) ini berarti upload faktur pajak elektronik yang Anda lakukan gagal. Langsung saja cek kolom keterangan untuk mencari tahu penyebabnya. Setelah itu lakukan perbaikan lagi.

Itulah beberapa ulasan penting terkait dengan faktur pajak. Kabar baiknya kini buat faktur pajak tidak sesulit dulu. Hal ini berkat adanya aplikasi faktur pajak online bernama e-Faktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *